Jumat, 18 November 2011

(: Makalah Kemajemukan Suku Di INDONESIA :)

KATA PENGANTAR

            Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa  yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada saya sehingga saya berhasil menyelesaikan Makalah ini yang dengan tepat pada waktunya yang berjudul “KEMAJEMUKAN SUKU DI INDONESIA”

            Makalah ini berisikan tentang informasi Pengertian KEMAJEMUKAN SUKU DI INDONESIA atau yang lebih khususnya membahas tentang KEMAJEMUKAN SUKU DI INDONESIA. Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang KEMAJEMUKAN SUKU DI INDONESIA.

            Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

            Akhir kata, saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir.


A.     Latar Belakang

Nilai yang terkandung pada sila Pancasila yang ke – 3 tidak dapat dipisahkan dengan sila pancasila lainnya, karena sila – sila pancasila adal sebuah kesatuan yang tidak dapat dipisahkan sendiri – sendiri. Sila Pancasila yang ke – 3 yang berbunyi “Kesatuan Indonesia”  dilandasi dan didasari oleh sila Pancasila lainnya.
            Persatuan dalam sila ketiga ini memaknai dari makna persatuan dan kesatuan dalam arti politik, idiologis, ekonomi, sosial budaya, dan kebudayaan. Sila ketiga ini dikembangkan dari pengalaman sejarah bangsa Indonesia yang bernasib sama. Nilai ini didorong untuk mencapai kehidupan kebangsaan yang bersatu dalam wadah satu negara yang merdeka dan berdaulat.
            Untuk mewujudkan persatuan di negara kita bukan lah satu hal yang mudah untuk kita capai, karena bangsa ini memiliki beraneka kebudayaan yang tersebar dari sabang sampai merauke. Hal ini lah yang menjadi kendala kita sekarang.
            Sehingga berdasarkan latar belakang di atas, maka saya tertarik untuk membuat makalah yang berjudul “KEMAJEMUKAN SUKU DI INDONESIA”.


B.     Permasalahan

Untuk membahas tentang permasalahan persatua Indonesia dengan mengangkat tema Kemajemukan Etnis di Indonesia terdapat permasalahan sebagai berikut :
B.1.  Bagaimana hubungan antara sila ketiga Pancasila dengan kemajemukan Suku di  
       Indonesia ?
B.2. Apakah ada konflik antar Suku dengan adanya kemajemukan Suku di Indonesia ?
B.3. Apa solusi yang diberikan pancasila terhadap konflik yang terjadi akibat dari
       kemajemukan suku di Indonesia ?


C.     Pembahasan

C.1. Pengertian Pancasila.
Pancasila berasal dari bahasa sansekerta India (kasta brahmana). sedangkan menurut Muh. Yamin, dalam bahasa sansekerta , memiliki dua macam arti secara leksikal yaitu : panca : yang artinya lima, syila : vokal i pendek, yang artinya batu sendi, alas, atau dasar. Syiila vokal i panjang artinya peraturan tingkah laku yang baik atau penting. kata - kata tersebut kemudian dalam bahasa indonesia terutama bahasa jawa diartikan “susila” yang memiliki hubungan dengan moralitas. oleh karena itu secara etimologi kata “pancasila” yang dimaksud adalah istilah “pancasyila” dengan vokal i yang memiliki makna leksikal “berbatu sendi lima” atau secara harfiah “dasar yang memiliki lima unsur”. adapun istilah “pancasyiila” dengan huruf Dewanagari i bermakna “lima aturan tingkah laku yang penting” Perkataan pancasila mula-mula terdapat dalam perpustakaan Budha India. ajaran budha bersumber pada kitab suci Tri Pitaka dan Vinaya pitaka, yang kesemuanya itu merupakan ajaran moral untuk mencapai surga. ajaran pancasila menurut Budha adalah merupakan lima aturan (larangan) atau five moral principles, yang harus ditaati dan dilaksanakan oleh para penganutnya. adapun isi lengkap larangan itu adalah :
1.  Panatipada veramani sikhapadam samadiyani, artinya “jangan mencabut nyawa makhlum hidup” atau dilarang membunuh.
2. Dinna dana veramani shikapadam samadiyani, artinya “jangan mengambil barang yang tidak diberikan.” maksudnya dilarang mencuri.
3. Kameshu micchacara veramani shikapadam samadiyani, artinya jangan berbuat zina.
Musawada veramani shikapadam samadiyani, artinya jangan berkata bohong atau dilarang berdusta.
4. Sura merayu masjja pamada tikana veramani, artinya janganlah minum-minuman yang memabukkan.
Nilai – nilai pancasila secara intrinsik bersifat filosofis, dan di dalam kehidupan masyarakat indonesia nilai pancasila secara praktis merupakan filsafat hidup (pandangan hidup). nilai dan fungsi filsafat pancasila telah ada jauh sebelum indonesia merdeka. hal ini dibuktikan dengan sejarah majapahit (1293). pada waktu itu hindu dan budha hidup berdampingan dengan damai dalam satu kerajaan. Empu prapanca menulis “negara kertagama” (1365). dalam kitab tersebut telah terdapat istilah “pancasila” empu tantular yang mengarang buku “sutasoma” yang di dalamnya memuat seloka yang berbunyi : “Bhineka Tunggal ika tan Hana Dharma Mangrua”, artinya walaupun berbeda namun satu jua adanya, sebab ada tidak agama yang memiliki Tuhan yang berbeda. Hal ini menunjukkan adanya realitas kehidupan agama pada saat itu, yaitu agama Hindu dan Budha. bahkan salah satu kerajaan yang menjadi kekuasaannya yaitu pasai jutru telah memeluk agama islam.
Sumpah palapa yang diucapkan Mahapatih Gadjah mada dalam sidang ratu dan para menteri di pasebahan keprabuan Majapahit pada tahun 1331, yang berisi cita-cita mempersatukan seluruh nusantara raya sebagai berikut : “Saya baru akan berhenti berpuasa makan palapa, jikalau seluruh nusantara bertakhluk di bawah kekuasaan negara, jikalau gurun, seram, tanjungpura, Haru, pahang, Dempo, Bali, Sunda, palembang, tumasik telah dikalahkan”. (Yamin ; 1960:60) Dalam kehidupan bangsa indonesia diakui bahwa nilai pancasila adalah pandangan hidup (filsafat hidup) yang berkembang dalam sosio-budaya Indonesia. nilai pancasila dianggap sebagai nilai dasar dan puncak (sari-sari) budaya bangsa, karenanya nilai ini diyakini sebagai jiwa dan kepribadian bangsa. sebagai ajaran filsafat, pancasila mencerminkan nilai dan pandangan mendasar dan hakiki rakyat indonesia dalam hubungannya dengan sumber kesemestaan, yakni Tuhan Yang Maha Esa sebagai asas fundamental dalam kesemestaan yang kemudian juga dijadikan fundamental kenegaraan yaitu negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. demikian pula asas kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan indonesia dan seterusnya dimana nilai nilai tersebut secara bulat dan utuh mencerminkan asa kekeluargaan, cinta sesama dan cinta keadilan.

C.2. Pengertian Sila Ketiga Dari Kelima Sila Pancasila.
            Sila ketiga dari Pancasila adalah sila yang memprioritaskan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Sehingga seluruh Bangsa Indonesia dapat menghormati keberagaman yang ada di Indonesia dengan asas persatuan Bhineka Tunggal Ika.
Menurut Dra. Hartati Soemasdi “Pancasila adalah alat pemersatu bangsa Indonesia, maka harus kita jaga bersama. Hal ini dengan mengamalkan sila – sila pancasila, terutama sila ketiga yang memilik makna untuk persatuan Indonesia. Kita harus bersatu untuk kesatuan bangsa Indonesia yang merupakan Negara yang memiliki banyak suku bangsa, ras, dan agama. Sila ketiga sangatlah tercermin dari adanya sikap kita untuk saling menghargai dan menghormati sesama warga negara.
Disebutkan bahwa sila ketiga yang merupakan sila penting untuk mengamalkan persatuaan dapat diartikan dalam upayauntuk membuat satu yang akhirnya menuju pada persatuan dan kesatuam.”


C.3. Makna Sila Ketiga Dari Kelima Sila Pancasila.
            Makna dari “Persatuan Indoneisia”  adalah mempersatukan seluruh bangsa Indonesia yang tersebar dari sabang sampai merauke tanpa memandang etnis, ras, dan agama. Ini semua menyangkut beberapa aspek, yaitu :
1. Nasionalisme.
2. Cinta bangsa dan tanah air.
3. Menggalang persatuan dan kesatuan Indonesia.
4. Menghilangkan penonjolan kekuatan atau kekuasaan, keturunan dan perbedaan warna   
    kulit.
5. Menumbuhkan rasa senasib dan sepenanggungan.

C.4. Hubungan Antara Sila Ketiga Pancasila Dengan Kemajemukan Budaya di
       Indonesia.
            Dalam sila Persatuan Indonesia terkandung nilai bahwa begara adalah sebagai penjelmaan sifat kodrat manusia hidup sendiri yaitu sebagi makhluk individu dan makhluk sosial. Negara adalah sesuatu persekutuan hidup bersama diantara bagian – bagian yang membentuk negara yang berupa, etnis, ras, kelompok, golongan maupun kelompok agama. Oleh karna itu perbedaan merupakan sebuah kordat manusia dan juga merupakan ciri khas bagian – bagian yang membentuk negara. Negara kita adalah salah satu contoh sabuah negara yang memiliki kemajemukan tersebut, tetapi perbedaan bukanlah hal yang untuk dipermasalahkan menjadi sebuah konflik dan perselisihan melainak menjadi keunikan bagi bangsa ini sendiri.
            Negara mengatasi segala paham golongan, etnis, ras, individum maupun golongan agama. Mengatasi dalam arti memberikan wahana atas tercapainya harkat dan mertabat seluruh warganya untuk merealisasikan seluruh potensi dalam kehidupan bersama yang bersifat majemuk. Oleh karna itu tujuan negara merumuskan untuk melindungi segenap warganya dan seluruh tumpah darahnya, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa yang sudah terkandung dalam pembukaan UUD 1945.
            Kebhinekaan yang kita miliki harus lah dijaga sebaik mungkin. Kebhinekaan yang kita inginkan adalah kebhinekaan yang bermartabat, yang berdiri tegak diatas moral dan etika bangsa kita sesuai dengan keragaman budaya kita sendiri. Untuk menjaga kebhinekaan yang bermatabat itulah, maka berbagai hal yang mengancam kebhinekaan harus ditolak, pada saat yang sama segala sesuatu yang mengancam moral kebhinekaan harus dihilangkan. Karena kebhinekaan yang bermartabat di atas moral bangsa yang kuat pastilah menjunjung eksistensi dan martabat manusia berbeda.

C.5. Konflik yang Terjadi Akibat Adanya Kemajemukan Suku di Indonesia.
            Banyak konflik yang terjadi akibat perbedaan budaya di Indonesia, dan kesalah pahamaan lah yang sering menjadi akibatnya. Contohnya adalah konflik yang terjadi di Poso, Timor – Timor, Sambas, dan konflik Ambon.
            Misalnya konflik di antara Suku Dayak dengan Suku Madura, hubungan antara Suku Dayak dengan Madura memang kurang harmonis. Sifat keras Masyarakat Madura juga terdapat pada Masyarakat Dayak. Tingkat pendidikan dan posisi ekonimo kedua suku ini hampir sejajar, sama – sama rendah dan mengisi sektor informal. Sementara agama dan adat mereka berbeda. Disisi lain hubungan Suku antara Madura dengan Suku Bugis di Kalimantan Barat berjalan dengan harmonis, itu dikarenakan faktor kesamaan agama mereka.
            Rendahnya kemampuan mereka menggunakan Bahasa Indonesia juga menjadi salah satu faktor konflik ini belum selesai, dan intonasi berbahasa yang meledak – meledak dari Suku Madura juga mudah menimbulkan kesalah pahaman.
            Tetapi dengan adanyaketidak harmonisan ini kedua Suku ini masih bisa melakukan hubungan sosial satu sama lain. Walaupun hubungan sosial mereka masih diwarnai dengan sikap prasangka dan menjaga jarak. Dan masih ada terjadian perkawinan antar Suku Madura denga Suku Dayak.

C.6. Apa Solusi Yang Diberikan Pancasila Terhadap Konflik Yang Terjadi Akibat Dari Kemajemukan Suku Di Indonesia.
            Nilai – nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan tuntunan dan pegangan dalam mengatur sikap dan perilaku bagi Bangsa Indonesia dalam bermasyarakat dan bernegara. Nilai – nilai yang hidup dan berkembang dalam masyarakat Indonesia yang menjadi sumber moral yang berupa dalam wujud beraneka ragam suku daerah dapat dikembangkan dalam rangka memperkaya nilai – nilai Pancasila, yang merupakan nilai – nilai luhur bangsa. Nilai – nilai tersebut adalah nilai baru yang tumbuh dalam kehidupan Bangsa Indonesia yang sedang membangunm, serta yang sedang diuji sebagai nilai luhur yang perlu dikembangkan. Dalam konteks pengembangan nilai – nilai dasar yang terkandung dalam pancasila, perlu diperhatikan perubahan sikap dari masyarakat terhadap nilai – nilai yang ada sebagai dinamika yang terjadi dalam kehidupan Bangsa Indonesia.
            Pancasila yang digali dan dirumuskan para pendiri bangsa ini adalah sebuah rasionalitas kita sebagai bangsa yang majemuk, multi agama, multi bahsa, multi budaya, dan dan multi ras, yang menggambarkan Bhineka Tunggal Ika. Kebhinekaan Indonesia harus lah merambat dan harus lah tetap di jaga.
            Namun untuk menjaga kebhinekaan di Indonesia itu sndiri bukanlah hal yang mudah, karena jumlah suku di Indonesia yang terebar dari Sabang smpai Meraule sangat lah banyak jumlahnya, dan juga bentuk negara ini Indonesia yang berbentuk negara kepulauan terbesar.
            Didalam pancasila sendiri terdapat nilai – nilai yang digunakan Bangsa Indonesia sebagai landasan serta motivasi atas segala perbuatan baik dalam berkehidupan sehari – hari maupun dalam berkehidupan bernegara. Nilai – nilai tersebut selalu dapat memberikan solusi atas masalah yang terjadi dalam negara Indonesia khususnya masalah kemajemukan suku di Indonesia. Nilai – nilai luhur Pancasila tersebut tertuang dalam kelima sila Pancasila.


D.     Penutup

D.1. Kesimpulan.
             Telah kita ketahui bersama bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang memilik banyak ragam suku yang berbeda – beda, yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Perbedaan itu sendiri justru memberikan keunikan tersendiri bangsa Indonesia dengan bangsa lainnya.
            Identitas bangsa ini memang belum jelas selain hanya bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan Pancasila sebagai filosofi atau pandangan hidup bangsa.
            Selain itu, perbedaan juga masih sering menyebabkan terjadianya konflik jika para pelakunya tidak dapat mengendalikan emosi mereka. Lingkungan dan masyarakta juga sngatlah berpengeruh demi menentukan bagaimana sebuah kebudayaan itu tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat itu sendiri. Manusia sebagai fenomena sosial, manusia mendidik manusia itu sendir untuk mengerti dan memahami tentang keadaan sosial masyarakatnya. Itulah yang disebut dengan saling ketergantungan antara manusia dengan manusia lainnya.
Jika kita melihat bangsa Indonesua pada masa lalu, maka yang ada dibenak kita adalah “Indonesia dulu adalah bangsa dapat menunjukan kesatuannya, kenapa sekarang tidak ?”. Hal itu terjadi karena pada masa lalu seluruh masyarakat mengalami nasib yang sama, yaitu dalam masa jajahan. Sekarang, rasa persatuan hanya kita bisa lihat dalam beberapa kejadian saja. Seperti permainan sepak bola,. Baik masyarakat Minang, Jawa, Batak, dan masyarakat lainnya akan mendukung tim sepak bola Indonesia dengan rasa kesatuannya, yaitu Indonesia, bukan Sunda, Betawi atau suku lainnya.

D.2. Saran.
            Nilai – nilai dalam identitas masyarakat Indoesnia yang terkandung didalam Pancasila sudahlah baik, tetapi banyak dari bangsa ini yang belum bisa memeraktekannya dalam kehidupan sehari – harinya.
            Oleh karna itu, demi terbentuknya persatuan kita harus lah saling memberi sikap toleransi terhadap satu sama lain jika itu semua positif. Dan juga kita masih perlu mempelajari dan mengenal lebih dalam lagi tentang arti sebuak kata “Persatuan Indonesia” , dan semboyan “Bhineka Tunggal Ika” demi mepersatukan bangsa ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar